Kangen Aa’ Gym

In: Harian

23 Aug 2009

Saya teringat 6 tahun lalu. Kelas 3 sma, ya saya masih ingat betul bagaimana saya terkagum-kagum akan sosok aa’. Saya begitu rajin mendengar tausyah aa’ lewat TV ataupun Radio. Masih terasa bagaimana rasa gembiranya saya ketika diajak oleh teman saya melihat dan mendengarkan langsung tausyah aa’. Ketika itu Harian Suara Merdeka mengundang aa’ untuk memberikan tausyah kepada keluarga besar Harian Suara Merdeka. Kebetulan orang tua teman saya itu bekerja di Harian Suara Merdeka. Dengan semangat 45, dengan motor C70 lama, kami begitu bersemangat menuju masjid di kompleks produksi Harian Suara Merdeka. Pun ketika kami tahu bahwa malam harinya aa’ akan melakukan tausyah di Masjid Agung Semarang, dari sehabis ba’da maghrib kami bergegas menuju tempat tausyah.

Kemaren malam, hampir 6 tahun dari waktu itu, saya kembali melihat aa’ di acara Tatap Muka. Temanya : “Kangen Aa’ Gym”. Wajah aa’ terlihat lebih teduh, sedikit lain dari 6 tahun lalu yang dengan bersemangat dan penuh senyum berkampanye tentang manajemen hati. Aa’ jarang terlihat lagi di TV sejak aa’ berpoligami. Peristiwa yang membuat aa’ lebih sering tampil di infotainment dari pada acara tausyah di TV. Mungkin banyak orang berfikir atau setidaknya saya pribadi berfikir bahwa karir tausyah aa’ pasti akan segera berakhir karena persitiwa itu. Pasti tidak akan ada lagi stasiun TV yang mau menyiarkan tausyah aa’.

Dan baru kemaren malam saya tahu ternyata aa’ sangat bersyukur, karena peristiwa-peristiwa itu aa’ tidak lagi menjadi public figure di TV. Baru saya tahu jika Aa’ selama masa itu begitu tersiksa menjadi seorang public figure, mejadi sorotan media. “Aa’ merasa sangat bersyukur sekarang aa’ punya lebih banyak waktu untuk berintrospeksi…”. Baru saya sadari bahwa dakwah bukanlah karir. Diliput media ataupun tidak dakwah adalah berbagi ilmu yang bermanfaat dengan orang lain.

Bagus tidaknya dakwah bukan dari figur. Bagi saya bagus tidaknya dakwah adalah seberapa dalam dakwah itu menyentuh hati saya.

Sampai saat ini saya masih suka tausyah aa’ begitu juga dengan Zainuddin MZ. Untuk nama yang kedua saya suka cara beliau berdakwah dengan cerita-cerita menarik serta intonasi nadanya.

Satu hal yang saya dapat dari tayangan kemaren malam itu adalah Jujur Pada Diri Sendiri. Apa gunanya punya waktu luang untuk introspeksi diri tapi kita takut mengakui jika kita salah, takut mengakui bahwa amalan kita masih buruk, takut mengakui bahwa kita belum memberikan manfaat untuk orang lain … takut untuk menyadari bahwa kita masih banyak kekurangan …

4 Responses to Kangen Aa’ Gym

Avatar

Adi Wirawan

August 23rd, 2009 at 8:17 pm

Terus kira-kira kapan Ustadz Paris bakal Ngisi kultum :D .

Jadi ustadz kie bukan karena Uang tetapi Kedudukan, Kedudukan di Mata Allah itu yang lebih mahal harganya dari apapun di dunia….

Avatar

mybrainsgrowell

August 24th, 2009 at 12:33 am

makane.. kerja kerja.. aja mangan gaji buta. :P

Avatar

paris

August 24th, 2009 at 6:39 pm

@pakde : leres pakde …

@sigit : apa hungane gaji buta karo tulisan ikie … -_-a

Avatar

arie

January 15th, 2010 at 11:32 pm

mas kalo kangen sama tausiyahnya aa gym, download aja mp3nya di mp3tausiyah.blogspot.com
trims

Comment Form

parisberkata on Flickr

    Not The A TeamNot The A Team 2Not The A Team 3Not The A Team 4Not The A Team 5Not The A Team 6281300252813001928130016

parisberkata on Plurk

  • mawi wijna: mungkin itu buku titipan dari sponsor yang udah bikin sang pemberi sukses jadi entreprenuer [...]
  • mybrainsgrowell: pict-nya gan, hoax aja ne. no pict = hoax. :P [...]
  • Yohan Wibisono: "Nice artikel, inspiring ditunggu artikel - artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati and [...]
  • paris: jadi akrab sama yang jaga halte dong mas ... :D [...]
  • deady: jadi inget pas dulu ke Jogja sebagian besar waktu kami dihabiskan di Trans Jogja -.- [...]