Nyanyianku Dahulu

In: Harian|Musik

10 Jan 2010

Gundul, gundul pacul… cul… gembelengan
Nyunggi, nyunggi wakul… kul… gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

Pernah dengar lagu gundul-gundul pacul?. Kalau ngaku orang jawa tapi belum pernah denger lagu itu, maka perlu dipertanyakan ke-jawa-an anda :D . Yang ngaku orang jawa, tahukah anda kalau lirik lagu gundul-gundul pacul diatas ada yang salah ? Yapz, benar sekali kata terakhir pada 2 bait terakhir harusnya adalah “ratan”. Oh iya ?, Bukannya memang seharusnya “latar” ?.

Kata “latar” itu seharusnya “ratan”, itulah yang benar… Setidaknya begitulah anggapan beberapa teman di plurk waktu itu. Kalau saya tetep berkeras yang benar adalah kata “latar”, setidaknya waktu dulu saya “dikudang” simbah saya kata-kata yang saya dengar adalah “latar”. Begitu juga ada teman saya yang berkeras bahwa yang benar adalah “ratan”, referensinya juga dari orang tuanya dulu bilang kata “ratan” bukan “latar”. Adu referensi sampai melibatkan google. Dan hasilnya, ada yang menuliskan “latar” dan ada juga yang menuliskan “ratan”.

Jadi semakin bingung mana yang benar ? :D Semuanya benar … iya lagu dolanan itu (entah siapa yang mengarang) menyebar ke berbagai daerah dari mulut ke mulut (dulu belum ada radio ato tv, apalagi ringtone). Beda orang beda pendengaran dan pengucapan jadi mungkin kata yang dulunya “latar” lambat laun didengar sebagai “ratan” ataupun sebaliknya. Mungkin hal itu juga yang terjadi pada lagu mentok-mentok.

Mentok, mentok tak kandani…
amung lakumu… angisin-ngisini…
mbok ya aja ngetok, ana kandang wae
enak-enak turu… ora nyambut gawe.

Ada yang beranggapan kata “lakumu” pada baris kedua, yang benar adalah “rupamu”. Ada yang tahu yang mana yang benar ?.

Manapun yang benar, yang pasti sekarang ini saya jarang sekali anak-anak kecil bernyanyi lagu semacam itu. Ataupun orang tua yang nembang dan ngudang anaknya dengan lagu semacam itu. Risih juga sebenarnya denger anak-anak kecil itu nyanyi lagu -lagu band-band masyur itu. Kok sepertinya bukan konsumsinya ya. Besok kalau saya punya anak, saya kudang anak saya dengan lagu2 dolanan itu. Biar mereka tahu betapa menariknya budaya asli mereka. Dan supaya mereka nyanyikan lagu-lagu itu pada anak mereka.

1 Response to Nyanyianku Dahulu

Avatar

Adi Wirawan

February 7th, 2010 at 10:31 pm

Bukankah dunia sudah bergeser dengan begitu cepatnya?

Comment Form

*

koleso-nsk.com nikatrading.com uralfacade.ru budet-svet whatelse