In: Harian
20 Jul 2010Garasi bagian dalam rumah yang saya tempati ini luasnya tak lebih dari 2,5×3 M, pun penuh dengan barang2 tidak terpakai. Garasi ini memang berfungsi sebagai gudang, selain tentunya tempat parkir motor. Populasi utama di gudang ini adalah kardus, alat tukang, galon kosong dan isi, lemari kayu, dan sepatu yang sudah menguasai 1/3 wilayah garasi. Sisanya ditempati motor saya dan motor mba’ Rima (kakak sepupu saya). Menyisakan 1/3 bagian lagi untuk lalu lalang. Sebenernya masih ada penghuni lain, motor mas Faisal (suami mba’ Rima), tapi penghuni satu itu lebih sering mengalah dengan parkir di garasi luar. Ada juga mainan dan kereta Daud (keponakan saya), tapi ngga usah masuk hitungan lah soalnya bisa dilipat jadi bisa menghemat tempat.
Dan mulai hari ini, secara resmi, penghuni garasi bertambah satu lagi… sepeda saya. Sebenernya sudah lama pengen beli sepeda tapi baru kesampaian sekarang. Rencananya sepeda hitam dengan frame dominate itu akan saya pakai untuk muter2 kalau ada waktu senggang, sekali-kali buat pergi ke kampus dan mungkin sekali-kali pergi dengan teman2 pesepeda yang lain.
Kenapa pilih sepeda itu?. Sebelum memutuskan membeli sepeda itu saya banyak browsing tentang sepeda sampai komponen2nya, banyak bertanya ke teman yang sudah lama bersepeda. Dari situ saya tahu untuk membeli sepeda bisa langsung beli jadi (full bike) atau merakit komponen2 sepeda sesuai keinginan sendiri hingga jadi sepeda utuh yang bisa dipakai. Untuk pemula seperti saya banyak yang menyarankan untuk beli yang langsung jadi saja, tapi saya milih untuk merakit sepeda saya.
Alasannya… selama browsing tentang sepeda saya tertarik dengan salah satu tipe sepeda merk lokal, united dominate. Karena di situs resminya tidak ada keterangan harga produk yang mereka punya, saya harus bertanya ke toko sepeda yang menjual sepeda merk united. Setelah bertanya2 di toko ada 3 varian dominate, yang paling murah sekitar 3jt-an. And that’s out of my range… Karena sudah terlanjur suka dengan dominate, akhirnya saya putuskan untuk merakit sepeda dengan frame dominate tapi komponen2 yang lain dipilih yang standar2 saja sehingga bisa menekan biaya :p… harapannya kalau besok2 punya rejeki dan masih semangat bersepeda bisa di ganti yang lebih bagus.
Semoga saja sepeda saya nggak nganggur di garasi saja besok, karena ternyata bersepeda itu capek juga… Sore tadi saya putuskan untuk membawa pulang sepeda pesanan saya dengan menaikinya, sekalian tes drive pikir saya… jadilah saya bersepada untuk pertama kalinya dengan rute jogjatronik (Jl. Katamso) menuju rumah saya di Jl. Kaliurang Km.9,3… dan begh … lemas kaki ini rasanya begitu sampai rumah. Itupun saya masih sempat istirahat untuk sholat maghrib di PPTiK UGM. Wah ternyata begitu rasanya bersepeda…
3 Responses to Penghuni Baru di Garasi
mawi wijna
July 27th, 2010 at 6:25 pm
yang sabar dan tabah ya Nak, itu belum biasa aja
dulu aku nyepeda ke Kotagede aja capeknya bukan maen. Tapi sekarang sih ndak ada apa-apanya itu…
paris
July 27th, 2010 at 8:28 pm
iya sampeyan kan sudah terbiasa sepedaan ‘gila-gilaan’
mybrainsgrowell
July 29th, 2010 at 7:42 pm
pict-nya gan, hoax aja ne. no pict = hoax.