<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>parisberkata</title>
	<atom:link href="http://parisberkata.getux.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parisberkata.getux.com</link>
	<description>Just A Little Part Of ...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:21:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Escaping Jogja #1</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2012/01/escaping-jogja-1/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2012/01/escaping-jogja-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:32:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Jogja. Kota istimewa, kota pelajar, kota budaya, kota wisata dan berbagai sebutan lainya. Kota wisata, sebutan ini bukan hanya embel-embel slogan pemanis nama kota belaka. Dipusat kota ada Lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kebun Binatang Gembira Loka, Museum Monjali serta ada pula Tugu Jogja. Tempat yang terakhir entah mulai kapan sepertinya jadi spot foto wajib kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jogja. Kota istimewa, kota pelajar, kota budaya, kota wisata dan berbagai sebutan lainya. Kota wisata, sebutan ini bukan hanya embel-embel slogan pemanis nama kota belaka. Dipusat kota ada Lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kebun Binatang Gembira Loka, Museum Monjali serta ada pula Tugu Jogja. Tempat yang terakhir entah mulai kapan sepertinya jadi spot foto wajib kalau berkunjung ke Jogja. </p>
<p>Begitu juga disekelilingnya, mulai di sisi utara ada Gunung Merapi yang menawan, Museum Ulen Sentalu, Taman Wisata Telogo Putri dan yang sedang populer : Kinahrejo. Sebenarnya saya kurang srek menyebut Kinahrejo sebagai obyek wisata apalagi dengan embel-embel &#8220;Bencana&#8221; ?!. </p>
<p>Bergeser ke sisi Timur ada deretan candi-candi, mulai dari yang sudah populer dari Kompleks Candi Prambanan, Kompleks Ratu Boko, sampai yang kurang populer tapi mempesona seperti Candi Ijo dan Candi Mbarong. Jangan lewatkan juga Gunung Api Purba Nglangeran. </p>
<p>Menyeberang ke sisi barat ada deretan Pegunungan Menoreh lengkap dengan Goa, Air Terjun (Curug) dan Landscape yang memanjakan mata. Dan tentunya wisata yang sudah terkenal sejak dahulu kala, Pantai Parang Tritis di pesisir Jogja. Anda penikmat kuliner? silahkan ke Pantai Depok di sebelah Pantai Parang Tritirs, Pantai Kwaru di Bantul atau Pantai mBaron di Gunung Kidul. Bicara Gunung Kidul rasanya tidak lengkap kalau tidak menyebut jajaran pantai eksotik di kabupaten ini. Ada Pantai Siung, Indrayanti, Sundak, Sadranan, Wedi Ombo dan masih banyak lagi yang menunggu untuk anda dikunjungi.</p>
<p>Wow, lengkap sekali tempat wisata di Jogja. Maka tak heran jika Jogja selalu diserbu wisatawan jika musim liburan, libur panjang atau sekedar week end. </p>
<p>Sekarang, bisa anda bayangkan suasana Jogja pada waktu-waktu itu? Padat! baik jalanan atau tempat-tempat umum lainnya. Efeknya untuk orang yang tinggal di Jogja seperti saya ini adalah malas keluar rumah!. Sekali lagi coba anda bayangkan, apa yang anda rasakan jika waktu libur tiba dan anda tinggal di kota wisata dengan banyak pilihan tempat wisata tapi anda hanya bisa berdiam diri &#8220;terkurung&#8221; dirumah? Sedih pastinya <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>Libur Imlek</strong><br />
Bulan Januari ini ada libur panjang selama 3 hari bertepatan dengan Hari Imlek. Tidak ingin lagi-lagi &#8220;terjebak&#8221; di Jogja saya merencakan sebuah trip kecil, awalnya saya merencakan ke Malang tapi karena suatu lain hal tujuan saya alihkan ke Dieng dengan target utama Puncak Sikunir. Tujuan sudah, selanjutnya mencari partner. Entah kenapa sepertinya saya belum pede jika harus melakukan trip sendirian. Saya ajak <a href="http://www.nugrahadi.pramono.info/">Yuda</a>. Rupanya bukan saya sendiri yang merasa &#8220;terkurung&#8221; di Jogja kalau masa liburan datang. Ketika saya ceritakan rencana Trip ini kepada gerombolan saya ternyata <a href="http://indomielezat.com/">Indomie</a>, <a href="http://turtlix.wordpress.com/">Paklik</a> dan Angga juga tertarik ikut. Oke, partner sudah, malah lebih banyak dari yang direncakan. </p>
<p>Yang menarik dari Puncak Sikunir adalah pemandangan ketika matahari muncul dari ufuk timur (Sun Rise), untuk bisa menikmati Sun Rise cara paling nyaman adalah menginap di Dieng atau Wonosobo. Penginapan jadi persiapan selanjutnya. Kebetulan saya punya teman pribumi Wonosobo yang sekarang berdomisili di Jogja, <a href="http://friendbiladhasan.wordpress.com/">Friend</a>, menurut rencana Friend dan keluarga kecilnya akan mengunjungi orang tua-nya di Wonosobo. Sebagai upaya menghemat biaya, kami berencana menginap di rumah orang tua Friend. Dan waktunya memang pas, jadi masalah penginapan beres sudah, plus urusan perut :p.</p>
<p>Manusia memang boleh berencana tapi Tuhan yang mengijinkan *halah*, Entah kenapa saya selalu tidak berhasil menuntaskan rencana perjalanan yang sudah saya rancang dengan matang. Begitu juga untuk trip kali ini. Sang penyedia penginapan (dan urusan perut :p) berubah pikiran menunda waktu pulang kampungnya. Bingunglah saya mencari penginapan (yang tidak gratis). Dan karena bertepatan dengan libur panjang sudah dapat dipastikan penginapan-penginapan itu penuh <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Sudah terbayang 3 hari kedepan akan saya habiskan di dalam kamar sambil menonton tipi atau mendengarkan radio.</p>
<p><strong>Ajakan Mendadak</strong><br />
Pukul 8 pagi saya terbangun, handphone saya bergetar tanda ada pesan whatsapp masuk. Ternyata dari gerombolan saya, pesannya dari Indomie yang isinya ajakan trip ke Sukuh, nama sebuah candi di Karanganyar. Karena saya kira cuma ajakan iseng seperti biasanya saya balas sekenanya kemudian saya tinggal mandi.</p>
<p>Selesai mandi saya lihat handphone setidaknya ada 2 SMS masuk dan miss call, dari Indomie. &#8220;Bebeb&#8230; jam 10 langsung ke Stasiun Tugu semua sudah kita atur, langsung packing ya. Minggu siang kita pulang&#8221;. Saya langsung ambil tas besar, kamera, kaos dan peralatan mandi.</p>
<p>Sampai Jembatan Kewek jam digital di handphone saya menunjuk angka 10.22. &#8220;Bebeb&#8230; cepetan keretanya udah datang&#8221; suara Indomie dari dalam handphone. Panik! Ketinggalan kereta! Gagal lagi!?</p>
<p>Beruntung jalan kearah Stasiun Tugu tidak begitu padat, tapi saya masih harus lari-lari sepanjang terowongan bawah tanah Stasiun Tugu, takut ketinggalan kereta. Iya, saya juga baru tahu, Stasiun Tugu ternyata punya terowongan bawah tanah yang menghubungkan peron utara dan pintu masuk selatan. </p>
<p>Saya baru tenang setelah melihat kereta kuning di lintasan nomor 1 dengan pintu masih terbuka lebar dan masih sepi muatan.</p>
<p><strong>Menuju Sukuh</strong><br />
Sukuh terletak di Kabutapen Karanganyar, sekitar 14Km arah timur Solo. Rute yang kami pilih adalah Jogja-Solo-Karangpandan-Nglorog.</p>
<p>Kami memilih menggunakan Kereta Prameks untuk menuju Solo dengan harga tiket Rp.10.000,-. Kereta yang saya tumpangi berangkat dari Jogja jam 10.30 dan tiba di Stasiun Solo Bapalan jam 11.30. Selanjutnya kami menuju Terminal Tirtonadi. Kami memilih berjalan kaki menuju Terminal Tirtonadi yang berada di sebelah utara dari Stasiun Solo Balapan, waktu yang dibutuhkan kurang dari 15 menit.</p>
<p>Setelah sampai di Terminal Tirtonadi, kami langsung mencari bus jurusan Tawangmangu, biasanya di daerah tenggara terminal. Sepengetahuan saya ada 2 P.O. yang beroperasi di jalur Solo-Tawangmangu, Langsung Jaya dan Gaya Putra. Saat itu Langsung Jaya yang sudah bersiap berangkat. Jadilah kami menumpang Langsung Jaya. Untuk sampai Terminal Karangpandan kami dikenai tarif Rp.10.000,- per orang. Belakangan kami tahu tarif Solo-Karangpandan berkisar di Rp.7.000,- per orang. Hampir 2 jam perjalanan Solo-Karangpandan, bukan karena jauh tapi karena kelamaan nunggu penumpang (nge-tem). Oh iya, bus Solo-Karangpandan ini semua tanpa AC jadi siap-siap berkeringat <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setelah sampai di Terminal Karangpandan kami istirahat sejenak untuk sholat dan makan. Ada mushola di belakang terminal ini, diluar kompleks terminal. Untuk urusan perut, karena tidak punya referensi kami memilih warung mie ayam di terminal, harga dan rasa wajar, Rp.6000,- per orang untuk makan dan minum.</p>
<p>Tujuan selanjutnya adalah Pertigaan Nglorog atau Sukuh. Untuk menuju tempat ini bisa menggunakan minibus 1 pintu atau mobil kecil (charteran). Kami memilih menggunakan minibus dengan tarif Rp. 3.000,- sampai Pertigaan Nglorog. Walaupun padat muatan tapi tenang keringat anda tidak akan bercucuran, karena udara dingin sudah mulai terasa selama perjalanan menuju Nglorog.</p>
<p>Setelah sampai di Pertigaan Nglorog anda bisa menggunakan ojek untuk menuju Candi Sukuh. Dengan ojek anda cuma butuh waktu kira-kira 10 menit. Moda alternatif lain adalah dengan berjalan kaki <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , estimasi waktunya sekitar 15-20 menit. Karena masih siang ditambah udara sejuk serta pemandangan yang menggoda kami putuskan untuk berjalan kaki menuju Candi Sukuh.</p>
<p>Satu hal yang luput dari kami adalah, Candi Sukuh terletak pada ketinggian kira-kira 1200-an dpl yang berarti jalan menuju Candi berupa jalan menanjak!. Alhasil baru 2/3 jalan kami sudah kepayahan. Beruntung Cottage tempat kami akan menginap terletak di jalan menuju Candi Sukuh, jalan yang kami lalui itu. Kami memutuskan Check-In dulu sembari beristirahat dan mengunjungi Candi Sukuh pada sore hari.</p>
<p><strong>Menginap di Sukuh</strong><br />
Cottage tempat kami menginap bernama <a href="http://http://sukuh-cottage.com/" target="_blank">Sukuh Cottage &#038; Resto</a>. Sebelumnya saya tidak tahu sama sekali Sukuh Cottage ini seperti apa, tapi dari namanya saja pikiran saya berkata pasti mahal harga sewanya. Dan begitu sampai di gerbang&#8230; wow&#8230; ini pasti beneran mahal!. </p>
<p>Kamar yang kami sewa adalah kamar dengan fasilitas 1 buah double bed, tipi, kamar mandi lengkap dengan air panas, paket welcome drink (air putih, air panas, kopi, teh), dan paket sarapan untuk 2 orang. Harga yang harus kami tebus adalah Rp. 290.000,-. </p>
<p>Dengan harga tersebut dibagi bertiga? dengan fasilitas seperti itu? oke saya bisa terima <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Dari ruang resepsionis kami diantar Bapak Penjaga (ngga tahu namanya) yang ramah ke kamar kami. Sukuh Cottage ini berada di lereng yang dibuat bertingkat-tingkat dan kamar kami ternyata berada ditingkatan paling bawah. Di Sukuh Cottage ini juga terdapat pelataran yang agak luas, dari pelataran ini tamu bisa menikmati hamparan kota Karanganyar dan Solo yang mempesona. Selain dari pelataran ini, tamu juga bisa menikmati pemandangan dari bungalow kecil yang tepat berada di depan kamar kami. wooow&#8230; </p>
<p>Sebenarnya untuk meminta extra bed kami hanya perlu menambah Rp.75.000,- berhubung kami berbadan langsing semua jadi kami hanya meminta tambahan bantal dan selimut dan ini gratis ternyata <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769187475/" title="Cottage by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7156/6769187475_11f3c903a7.jpg" width="500" height="302" alt="Cottage"></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769168621/" title="Room by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7143/6769168621_5c53dee104.jpg" width="500" height="333" alt="Room"></a></p>
<p>Beberapa saat menikmati udara sejuk dan pemandangan, hawa dingin mulai menusuk, ternyata kabut tebal mulai turun menyelimuti penginapan disertai gerimis. Sepertinya hanya Paklik yang menikmati suasana ini. Saya memilih masuk kamar sambil melihat tipi, sedang Indomie masih diluar berbungkus jaket menemani Paklik. Beberapa saat kemudian kedua orang itu masuk ke kamar, ternyata hujan lebat di luar. Batal sudah rencana kami ke Candi Sukuh di sore hari, padahal konon Sunset di Candi Sukuh cukup bagus.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769173949/" title="Pelataran Sukuh Cottage by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7160/6769173949_9553790a7d.jpg" width="500" height="333" alt="Pelataran Sukuh Cottage"></a></p>
<p>Malam menjelang dan perut mulai keroncongan, sayangnya dalam perjalanan tadi kami tidak menemukan warung makan di sekitar penginapan. Ditambah hujan diluar&#8230; brrr&#8230; pengen langsung tidur saja rasanya. Beruntung selepas Maghrib, Mbak Penjaga (nggak tahu juga namanya) mengetuk pintu dan menawarkan makan di Restoran Sukuh Cottage. Saya pesan nasi Goreng seharga Rp.12.500,- dan Wedang Teh Jahe seharga Rp. 6.000,-. Untuk porsi, rasa, ditambah bonus pemandangan hamparan kerlip lampu dari Restoran ini saya anggap harga tersebut Pas!.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769176363/" title="Nasi Goreng by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7024/6769176363_6cee4a6622.jpg" width="500" height="333" alt="Nasi Goreng"></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769171247/" title="Tempe by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7034/6769171247_1f52d874da.jpg" width="500" height="333" alt="Tempe"></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769182345/" title="Resto by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7172/6769182345_63bca8b1c6.jpg" width="500" height="333" alt="Resto"></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769184349/" title="Resto by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7006/6769184349_d660a6546c.jpg" width="500" height="333" alt="Resto"></a></p>
<p>Selesai makan kami beranjak kembali ke kamar, bersiap untuk perjalanan esok hari.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ekoparis/6769185677/" title="Jelly Fish by ekoparis, on Flickr"><img src="http://farm8.staticflickr.com/7021/6769185677_a163cc85d2.jpg" width="500" height="333" alt="Jelly Fish"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2012/01/escaping-jogja-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nirvana&#8221;</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2011/09/nirvana/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2011/09/nirvana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 01:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang perlu anda ketahui. Saat anda membaca tulisan ini berarti saya sudah ada di &#8220;Nirvana&#8221;. Jangan tanya seperti apa disana, apakah ada bidadari-bidadari bermata jeli? apakah ada sungai-sungai yang mengalir dibawahnya? Eits&#8230;. tunggu&#8230;. ini bukan Nirvana yang itu >.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang perlu anda ketahui. Saat anda membaca tulisan ini berarti saya sudah ada di &#8220;Nirvana&#8221;. Jangan tanya seperti apa disana, apakah ada bidadari-bidadari bermata jeli? apakah ada sungai-sungai yang mengalir dibawahnya? Eits&#8230;. tunggu&#8230;. ini bukan Nirvana yang itu >.<. Ya sebenernya danpasti pengen ke Nirvana yang itu tapi besok lah (insyaallah, amiiin ... !!!).</p>
<p>Jadi Nirvana apa dong?. Anda pernah dengar SocMed bernama <a href="http://plurk.com" target="_blank">Plurk</a>? Iya&#8230; SocMed yang jaman baheula itu. Jadi, Plurk memberikan reward kepada penggunanya dalam bentuk karma, nah saat karma ini mencapai point tertentu Plurk akan memberikan reward tambahan berupa emoticon, dll. Nanti jika poin karma sudah mencapai 100 maka pengguna akan mencapai &#8220;Nirvana&#8221;, saat saya buat tulisan ini poin karma saya adalah 100,1 jadi officially saya sudah mencapai &#8220;Nirvana&#8221;. Setelah hampir 3 tahun akhirnya &#8230; *terharu<br />
<a href="http://parisberkata.getux.com/2011/09/nirvana/screenshot/" rel="attachment wp-att-192"><img src="http://parisberkata.getux.com/wp-content/uploads/2011/09/Screenshot-300x118.png" alt="Nirvana" title="Nirvana" width="300" height="118" class="aligncenter size-medium wp-image-192" /></a></p>
<blockquote><p>Loh kok lama banget baru nyampe &#8220;Nirvana&#8221;, yang lain udah pindah ke twitter ini baru nyampe&#8230;</p></blockquote>
<p>Errr&#8230; saya ini tipe setia jadi ngga segampang itu pindah-pindah. Soal kenapa lama banget ?! errr&#8230; saya juga bukan tipe yang aktif di SocMed, jadi ya begitulah adanya &#8230; <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu saya pernah berujar kalo nanti udah sampai &#8220;Nirvana&#8221; saya akan berhenti Nge-Plurk. Emmm&#8230; jadi berhenti atau tidaknya akan kita lihat nanti :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2011/09/nirvana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adachi&#8217;s Manga</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2011/02/adachis-manga/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2011/02/adachis-manga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 03:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Baseball, komedi romantis dan persahabatan yang hebat. Setidaknya 3 hal itu yang selalu saya temui dalam manga (komik) karya Adachi Mitsuru yang saya baca. Sampai sekarang ada 2 seri manga karya Adachi yang sudah saya baca: Cross Game dan H2. Dikenalkan oleh seorang teman, pertama kali saya tahu karya Adachi adalah dari serial anime Cross [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baseball, komedi romantis dan persahabatan yang hebat. Setidaknya 3 hal itu yang selalu saya temui dalam manga (komik) karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitsuru_Adachi">Adachi Mitsuru</a> yang saya baca. Sampai sekarang ada 2 seri manga karya Adachi yang sudah saya baca: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cross_Game">Cross Game</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/H2_(manga)">H2</a>. Dikenalkan oleh seorang teman, pertama kali saya tahu karya Adachi adalah dari serial anime Cross Game. Seorang teman yang lain kemudian berujar bahwa karya Adachi lebih bisa dinikmati dalam versi komik (manga). Saya menikmati keduanya &#8230; <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Sebenarnya dalam karya-karya Adachi karakter tokohnya hampir-hampir mirip (kalau tidak boleh dibilang sama), pun dengan ceritanya. Guideline cerita dari Cross Game dan H2 adalah perjuangan untuk Koshien. Koshien adalah sebuah tempat / turnamen Baseball SMA tingkat nasional di Jepang. Dalam perjuangan menuju koshien Adachi menyisipkan bumbu-bumbu percintaan remaja ala Jepang, persahabatan, dan sportifitas dalam persaingan yang mengagumkan (bagi saya).</p>
<p>Kesamaan yang lainnya adalah saya menyelesaikan kedua seri manga tersebut di sela-sela jam kerja &#8230; *ups. Bukan sesuatu yang harus dibanggakan dan yang pasti tidak patut untuk ditiru <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Saya heran kenapa membaca manga yang karakter tokohnya sama, cerita juga hampir sama tapi masih saja perasaan saya dibuat teraduk-aduk mengikutinya *eh&#8230; Saya bisa merasakan kesedihan Ko dan Aoba serta ikut bersedih ketika Wakaba meninggal, pun apa yang dirasakan Hiro dan Hikari ketika ibu Hikari meninggal. Saya juga bisa ikut merasakan kegembiraan Ko ketika berhasil mendapat tiket ke Koshien, pun kegembiraan Hiro ketika berhasil mengalahkan Hideo (sahabat dan rivalnya).</p>
<p>(Bukan bermaksud ikut-ikutan&#8230;) Yang membuat saya heran lagi kenapa sensasi perasaan seperti itu tidak bisa didapat ketika menonton Sinetron di Nusantara ini. Dari karakter tokoh juga seperti itu-itu saja apalagi dari sisi cerita juga sama saja &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2011/02/adachis-manga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal jadi pengajar muda</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/10/gagal-jadi-pengajar-muda/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/10/gagal-jadi-pengajar-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 05:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Iseng buka dashboard eh ternyata ada draft yang belum selesai ditulis. Walaupun udah lama banget gpp lah &#8230; Saya ditolak jadi pengajar muda di Indonesia Mengajar. Program Indonesia Mengajar adalah program dari Yayasan Indonesia Mengajar, saya kurang tahu siapa saja yang memprakarsai program ini tapi yang saya tahu ada Anies Baswedan di belakang layar. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Iseng buka dashboard eh ternyata ada draft yang belum selesai ditulis. Walaupun udah lama banget gpp lah &#8230; <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Saya ditolak jadi pengajar muda di Indonesia Mengajar.</p>
<p><a href="http://www.indonesiamengajar.org/">Program Indonesia Mengajar</a> adalah program dari Yayasan Indonesia Mengajar, saya kurang tahu siapa saja yang memprakarsai program ini tapi yang saya tahu ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan">Anies Baswedan</a> di belakang layar. Dalam program ini Yayasan Indonesia Mengajar mengundang para sarjana (freshgraduate) untuk bergabung bersama dalam program mencerdaskan bangsa yaitu dengan menjadi pengajar. Nantinya para pengajar muda ini akan mendapatkan training sebelum akhirnya disebar di beberapa wilayah Nusantara. Saya salah satu yang tertarik dengan undangan itu, maka saya kirimlah lamaran untuk menjadi salah satu pengajar muda. Kalau nggak salah akhir Juli saya apply di website Indonesia Mengajar dan disebutkan short-listed candidates akan diumunkan awal Agustus.</p>
<p>Tanggal 7 Agustus 2010 saya mendapat email dari panitia recruitment Indonesia Mengajar&#8230; dan obviously&#8230; saya ditolak <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Rupanya semangat dan tekat saya untuk ikut membantu mecerdaskan bangsa masih kalah dengan para anak bangsa yang lain, tentunya mereka yang lolos menjadi pengajar muda. Tapi it&#8217;s ok lah&#8230; toh mencerdaskan nusantara ini tidak hanya dengan menjadi pengajar muda saja masih banyak yang bisa dilakukan. Kalimat seperti itu juga disebut oleh Anies Baswedan dalam surat penolakan yang saya terima &#8230; <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Mengenai Indonesia Mengajar ini saya jadi ingat tentang PTM UGM. Apa itu PTM UGM ? Pengerahan Tenaga Mahasiswa UGM. Pengerahan ? pertama kali mendengar istilah ini yang ada dalam pikiran saya adalah pengerahan mahasiswa UGM untuk maju di medan perang. Mengetahui kegiatan ini dilangsungkan dari tahun 1951-1962 semakin menguatkan hipotesa awal saya, karena pada tahun-tahun itu banyak terjadi pergolakan di wilayah nusantara ini. Dan ternyata saya salah &#8230; mmm&#8230; tidak seluruhnya salah sih toh mereka (para mahasiswa dalam program itu) juga berperang walaupun tidak dengan mengangkat senjata.</p>
<p>Pada masa awal kemerdekaan, pendidikan di nusantara ini masih jauh dari maju terutama di daerah-daerah di luar pulau jawa. Masalah yang utama adalah kurangnya tenaga pengajar (mungkin dulu para guru juga ikut berperang). UGM, sebagai universitas pertama yang berdiri setelah masa kemerdekaan mempunyai gagasan untuk mengirimkan para mahasiswanya ke daerah-daerah yang kekurangan tenaga pengajar. Diawali dari puluhan pada tahun awal dilaksanakan sampai menjadi ratusan mahasiswa yang dikirim pada tahun berikutnya. Dari PTM ini (salah satunya) lahirlah sekolah-sekolah menengah atas di wilayah-wilayah tersebut.</p>
<p>Kelak PTM ini (mungkin) yang menjadi cikal bakal KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang wajib bagi seluruh calon sarjana di UGM. Saya pernah merasakan menjadi peserta KKN (walaupun cuma di perkotaan :p). Banyak suka duka dan yang pasti banyak pelajaran hidup yang diperoleh <img src='http://parisberkata.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tertarik dengan PTM UGM ? Arsip UGM sudah membuat video dokumenter tentang PTM UGM, silahkan lihat video berikut : <a href="http://media.ugm.ac.id/video/125/pengerahan-tenaga-mahasiswa--1951-1962-" target="_blank">http://media.ugm.ac.id/video/125/pengerahan-tenaga-mahasiswa&#8211;1951-1962-</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/10/gagal-jadi-pengajar-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh dari Bancakan2.0 5th Meetup</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/08/oleh-oleh-dari-bancakan2-0-5th-meetup/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/08/oleh-oleh-dari-bancakan2-0-5th-meetup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 03:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[bancakan2.0]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Ini kedua kalinya saya datang ke meetup bancakan2.0. Dulu saya juga hadir sewaktu bancakan2.0 baru di gelar untuk pertama kalinya. Sayangnya saya melewatkan 3 kali meetup berturut-turut setelah itu. Dan jumat (30 Juli 2010) kemaren, saya datang lagi ke acara bancakan2.0. Bancakan2.0 adalah acara kumpul-kumpul para penggiat, peminat dan pengamat startup di jogja. Acaranya lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kedua kalinya saya datang ke meetup <a href="http://bancakan.org" target="_blank">bancakan2.0</a>. Dulu saya juga hadir sewaktu bancakan2.0 baru di gelar untuk pertama kalinya. Sayangnya saya melewatkan 3 kali meetup berturut-turut setelah itu. Dan jumat (30 Juli 2010) kemaren, saya datang lagi ke acara bancakan2.0.</p>
<p>Bancakan2.0 adalah acara kumpul-kumpul para penggiat, peminat dan pengamat startup di jogja. Acaranya lebih sering ke sharing tentang startup dan proses developmentnya, bukan cuma hal teknis tapi juga masalah non teknis.</p>
<p>Di 5th meetup kemaren ada <a href="http://twitter.com/tista" target="_blank">Tista</a> dari <a href="http://urbanesia.com" target="_blank">urbanesia</a>, sewaktu saya datang si Tista ini sudah menyampaikan kata-kata penutup jadi saya tidak tahu apa yang Tista sharing di presentasi kemaren. Di presentasi kedua ada Sigit dari UAJY yang sedang memulai membangun startup dengan nama <a href="http://personaflag.com" target="_blank">PersonaFlag</a>, yang saat ini sudah masuk ke tahap Beta. Setelah rehat selama 15 menit ada presentasi dari <a href="http://twitter.com/fajar_ab" target="_blank">Fajar</a> selaku CEO <a href="http://koprol.com" target="_blank">Koprol</a>, sebelum diakuisi Yahoo! tentunya dan berubah nama jadi Yahoo! Koprol, selanjutnya ada presentasi dari <a href="http://twitter.com/rampok" target="_blank">Rama</a> mewakili <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">DailySocial</a> yang akan mengadakan <a href="http://dailysocial.net/sparxup/" target="_blank">SparxUp Award</a> menyusul presentasi tentang <a href="http://swastartup.com/" target="_blank">SWA Startup</a> oleh Sagad.</p>
<p>Saya tidak akan membahas tentang presentasi-presentasi di 5th meetup kemaren, toh pasti sudah banyak yang membahas itu.</p>
<p>Selesai acara saya menghampiri <a href="http://yodi.web.id/" target="_blank">Yodi</a> yang sewaktu acara tanya jawab mengajukan pertanyaan untuk SWA Startup dan DailySocial. Karena mengajukan pertanyaan tadi, Yodi mendapat souvenir dari salah satu sponsor 5th meetup kemaren, sebuah lembaga pelatihan bahasa asing. Dengan iseng saya tanya apa isi souvenir yang tadi diberikan, eh malah dihibahkanlah souvenir dalam amplop coklat tadi kepada saya. Karena penasaran, beberapa orang disekitar saya (maaf saya lupa siapa :p), membuka amplop tadi. Karena saya sedang ngobrol dengan orang lain dan berjalan untuk foto bersama saya tidak begitu memperhatikan proses membuka amplop tadi, yang saya dengar hanya tawa sedikit kecut dari orang disekitar amplop coklat itu.</p>
<p>Sekilas saya lihat amplop itu berisi sebuah buku&#8230; terus apa yang ditertawakan ?. Ternyata judul buku tersebut adalah &#8220;Job Interview For All Positions&#8221;, buku ini berisi tips dan trick untuk menghadapai wawancara kerja. Banyak contoh pertanyaan yang biasa diajukan sewaktu wawancara kerja berikut tips bagaimana cara menjawabnya, bahkan ada juga contoh wawancara kerja untuk posisi pemadam kebakaran.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-172" href="http://parisberkata.getux.com/2010/08/oleh-oleh-dari-bancakan2-0-5th-meetup/image12/"><img title="bukudaribancakan2.0" src="/wp-content/uploads/2010/08/image12.png" alt="bukudaribancakan2.0" width="477" height="167" /></a></p>
<p>Bukan bermaksud untuk merendahkan sebuah buku atau pemberi buku tersebut tapi acara bancakan2.0 adalah acara tentang startup atau dengan kata lain entrepreneur di bidang IT. Bagi orang yang enggan bekerja pada orang lain (entreprenuer) tentunya buku itu akan menjadi pilihan bacaan yang kesekian. Mungkin sang pemberi tidak tahu banyak tentang acara bancakan2.0 atau mungkin sang pemberi justru sudah tahu bahwa di acara bancakan2.0 kemaren akan ada banyak penawaran lowongan kerja dari koprol, urbanesia atau gameloft ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/08/oleh-oleh-dari-bancakan2-0-5th-meetup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trans Jogja, 2 Tahun Lalu dan Sekarang</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/07/trans-jogja-2-tahun-lalu-dan-sekarang/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/07/trans-jogja-2-tahun-lalu-dan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan umum]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[trans jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Saya memang bukan pengguna reguler moda transportasi semi ekslusif kota jogja ini tapi setidaknya, untuk beberapa kesempatan, saya pernah menggunakan jasanya. Sewaktu Trans Jogja diluncurkan lebih dari 2 tahun yang lalu, saya dan beberapa teman sering menggunakan moda ini untuk bepergian ke beberapa tempat. Paling sering ke kawasan malioboro (taman pintar, vredeburg) dan amplas. Letak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memang bukan pengguna reguler moda transportasi semi ekslusif kota jogja ini tapi setidaknya, untuk beberapa kesempatan, saya pernah menggunakan jasanya. Sewaktu Trans Jogja diluncurkan lebih dari 2 tahun yang lalu, saya dan beberapa teman sering menggunakan moda ini untuk bepergian ke beberapa tempat. Paling sering ke kawasan malioboro (taman pintar, vredeburg) dan amplas. Letak halte yang dekat dengan tempat2 keramaian serta beroperasi sampai malam jadi pilihan tepat untuk pergi bersama teman. Selain tentunya karena waktu itu masih masa-masa promosi, sehingga tiketnya lebih murah dan kondisi armada masih bagus2.</p>
<p>Selasa (20 Juli 2010), saya harus mengambil sepeda yang sudah saya pesan 3 hari sebelumnya. Lokasi toko sepeda dengan nama toko &#8220;Tepat&#8221; itu berada di depan Jogjatronik. sekitar 100-an meter sebelah utara Purawisata. Saya sempat bingung bagaimana cara membawa pulang sepeda saya nanti. Minta tolong teman? ah merepotkan, pakai jasa angkut barang? sayang ongkosnya&#8230; akhirnya saya putuskan untuk menaikinya saja sampai rumah. Untuk keperluan itu pagi harinya saya harus menggunakan angkutan umum untuk berangkat ke kampus (kantor). Ini juga pertama kalinya saya berangkat ke kampus (kantor) naik angkutan umum selama 6 tahun di Jogja.</p>
<p>Untuk menuju toko sepeda pada sore harinya saya pilih menggunakan jasa Trans Jogja. Saya tidak begitu mengerti dengan rute angkutan kota Jogja, dan seingat saya di depan Purawisata terdapat halte Trans Jogja&#8230; pas sekali. Jam 16.00 begitu keluar dari kampus saya langsung menuju halte di depan Swalayan Kopma. Begitu masuk saya sempatkan melihat poster rute yang ada disana. Ternyata rute jalur 3A yang dulu biasa saya pakai untuk pergi ke kawasan malioboro mengalami perubahan. Jalur ini masih melewati malioboro tapi sebelumnya harus memutari daerah Kridosono sebelum melewati Jl. Solo, diperpanjang.</p>
<p>Kondisi armada yang saya tumpangi sudah jauh berbeda dengan 2 tahun lalu. Banyak cat interior yang mengelupas, kursi pun tidak lagi nyaman. Dingin AC tidak lagi terlalu terasa karena penuhnya penumpang. Cara pengemudi membawa armada juga banyak berubah, dahulu para pengemudi seperti selalu berhati2 saat mengerem, kemarin beberapa penumpang kaget, hendak terjatuh setiap kali pengemudi mengerem.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah ada aturan pengemudi boleh menelepon saat bekerja, sudah dua kali ini saya pergoki pengemudi Trans Jogja menggunakan telepon genanggamnya saat mengemudi. Dan itu bukan saat berhenti di lampu merah atau halte, saat armada dalam keadaan berjalan.</p>
<p>Trans Jogja rupanya sekarang sudah mulai populer di Jogja. Atau mungkin karena kebetulan jam padat, yang pasti saya jadi saksinya. Armada yang saya tempati penuh sesak dengan penumpang mulai dari daerah Gramedia, dan puncaknya di halte kawasan Malioboro. Penumpang terlihat menumpuk di halte sehingga terjadi desak-desakan penumpang setiap kali singgah di halte. Mungkin ini satu2nya perubahan yang positif dari Trans Jogja setelah lebih dari 2 tahun beroperasi (bagi pengelola tentunya).</p>
<p>Mungkin sekarang sudah saatnya pengelola Trans Jogja menambah armadanya. Atau malah sekalian menambah rute sehingga rute yang dilewati setiap jalur operasi tidak terlalu panjang. Yang pasti pengelola Trans Jogja harus memperhatikan tentang perawatan armada yang mereka miliki, kondisi halte dan tentu saja pengawasan serta evaluasi berkala pengemudi, asisten pengemudi dan para penjaga halte. Itu semua untuk kebaikan dan keberlangsungan Trans Jogja sendiri.</p>
<p>Kira-kira bagaimana kondisi moda ini 2 tahun kedepan ya &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/07/trans-jogja-2-tahun-lalu-dan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghuni Baru di Garasi</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/07/penghuni-baru-di-garasi/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/07/penghuni-baru-di-garasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 14:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[dominate]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[united]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Garasi bagian dalam rumah yang saya tempati ini luasnya tak lebih dari 2,5&#215;3 M, pun penuh dengan barang2 tidak terpakai. Garasi ini memang berfungsi sebagai gudang, selain tentunya tempat parkir motor. Populasi utama di gudang ini adalah kardus, alat tukang, galon kosong dan isi, lemari kayu, dan sepatu yang sudah menguasai 1/3 wilayah garasi. Sisanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Garasi bagian dalam rumah yang saya tempati ini luasnya tak lebih dari 2,5&#215;3 M, pun penuh dengan barang2 tidak terpakai. Garasi ini memang berfungsi sebagai gudang, selain tentunya tempat parkir motor. Populasi utama di gudang ini adalah kardus, alat tukang, galon kosong dan isi, lemari kayu, dan sepatu yang sudah menguasai 1/3 wilayah garasi. Sisanya ditempati motor saya dan motor mba&#8217; Rima (kakak sepupu saya). Menyisakan 1/3 bagian lagi untuk lalu lalang. Sebenernya masih ada penghuni lain, motor mas Faisal (suami mba&#8217; Rima), tapi penghuni satu itu lebih sering mengalah dengan parkir di garasi luar. Ada juga mainan dan kereta Daud (keponakan saya), tapi ngga usah masuk hitungan lah soalnya bisa dilipat jadi bisa menghemat tempat.</p>
<p>Dan mulai hari ini, secara resmi, penghuni garasi bertambah satu lagi&#8230; sepeda saya. Sebenernya sudah lama pengen beli sepeda tapi baru kesampaian sekarang. Rencananya sepeda hitam dengan frame dominate itu akan saya pakai untuk muter2 kalau ada waktu senggang, sekali-kali buat pergi ke kampus dan mungkin sekali-kali pergi dengan teman2 pesepeda yang lain.</p>
<p>Kenapa pilih sepeda itu?. Sebelum memutuskan membeli sepeda itu saya <a href='http://atlantic-drugs.net/products/viagra.htm'>banyak</a> browsing tentang sepeda sampai komponen2nya, banyak bertanya ke teman yang sudah lama bersepeda. Dari situ saya tahu untuk membeli sepeda bisa langsung beli jadi (full bike) atau merakit komponen2 sepeda sesuai keinginan sendiri hingga jadi sepeda utuh yang bisa dipakai. Untuk pemula seperti saya banyak yang menyarankan untuk beli yang langsung jadi saja, tapi saya milih untuk merakit sepeda saya.</p>
<p>Alasannya&#8230; selama browsing tentang sepeda saya tertarik dengan salah satu tipe sepeda merk lokal, united dominate. Karena di situs resminya tidak ada keterangan harga produk yang mereka punya, saya harus bertanya ke toko sepeda yang menjual sepeda merk united. Setelah bertanya2 di toko ada 3 varian dominate, yang paling murah sekitar 3jt-an. And that&#8217;s out of my range&#8230; Karena sudah terlanjur suka dengan dominate, akhirnya saya putuskan untuk merakit sepeda dengan frame dominate tapi komponen2 yang lain dipilih yang standar2 saja sehingga bisa menekan biaya :p&#8230; harapannya kalau besok2 punya rejeki dan masih semangat bersepeda bisa di ganti yang lebih bagus.</p>
<p>Semoga saja sepeda saya nggak nganggur di garasi saja besok, karena ternyata bersepeda itu capek juga&#8230; Sore tadi saya putuskan untuk membawa pulang sepeda pesanan saya dengan menaikinya, sekalian tes drive pikir saya&#8230; jadilah saya bersepada untuk pertama kalinya dengan rute jogjatronik (Jl. Katamso) menuju rumah saya di Jl. Kaliurang Km.9,3&#8230; dan begh &#8230; lemas kaki ini rasanya begitu sampai rumah. Itupun saya masih sempat istirahat untuk sholat maghrib di PPTiK UGM. Wah ternyata begitu rasanya bersepeda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/07/penghuni-baru-di-garasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deal With FIRE</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/07/deal-with-fire/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/07/deal-with-fire/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 03:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[CBIR]]></category>
		<category><![CDATA[final task]]></category>
		<category><![CDATA[FIRE]]></category>
		<category><![CDATA[Image Retrieval]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[After all I have been through, I got my Bachelor degree. It&#8217;s took me 2 years and 9 months. Yeah that was a long time, normally with extension program like i did, you could finish your bachelor degree in 2 years.  I need 9 months extra time. And that&#8217;s not a good one. So, what [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>After all I have been through, I got my Bachelor degree. It&#8217;s took me 2 years and 9 months. Yeah that was a long time, normally with extension program like i did, you could finish your bachelor degree in 2 years.  I need 9 months extra time. And that&#8217;s not a good one.</p>
<p>So, what take it so long? I didn&#8217;t blame my final task topic for that, Oh yes, I&#8217;m not. It&#8217;s just a lack of discipline of my self. Yeah, that&#8217;s it.  If only litle by litle, constantly, I do my homework, it&#8217;d be a different story&#8230; maybe. So, what is my final task topic anyway?. CBIR, Content-Based Image Retrieval, that&#8217;s mine.</p>
<p>In common Image Retrieval we use textual information for querying images from a database, but in CBIR we use visual information like colour schema, or image texture. In my case we choose human face image for our object study. Human face naturally have a unique difference each other by it&#8217;s colour or shape. Look like hard works to do right?, yeah it is&#8230; but thanks to Thomas Desealer and his friends, who created a wonder full image retrieval engine called FIRE (Flexible Image Retrieval Engine)&#8230; and the best thing&#8230; FIRE is Open Source. With FIRE we could choose techniques for extracting image features or distance measurement that suited best for our images object. And if you get trouble using FIRE you just could ask to the FIRE Google Groups, there are many of kinds person in there&#8230; just tell them what your problems.</p>
<p>Back to my final task&#8230; cause i&#8217;m kind of little lazzy this morning, if you interested to my final task please take a look at <a href="http://upload.ugm.ac.id/942abstract.skripsi.paris.pdf" target="_blank">my abstract</a>. And feel free to contact me if you have some thing to ask about.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/07/deal-with-fire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Feels not like home any more</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/05/feels-not-like-home-any-more/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/05/feels-not-like-home-any-more/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 14:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[home]]></category>
		<category><![CDATA[house]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Rumah yang dalam bahasa inggris home, bukan house, harusnya adalah tempat paling nyaman yang ada di muka bumi ini. Dan kalau sudah tidak merasa nyaman lagi ditempat itu ngga salah kan bilang my home is feels not like home any more. Saya rasa itulah yang saya rasakan bulan-bulan terakhir ditempat yang saya sebut home ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah <a href='http://atlantic-drugs.net/products/viagra.htm'>yang</a> dalam bahasa inggris home, bukan house, harusnya adalah tempat paling nyaman yang ada di muka bumi ini. Dan kalau sudah tidak merasa nyaman lagi ditempat itu ngga salah kan bilang my home is feels not like home any more.</p>
<p>Saya rasa itulah yang saya rasakan bulan-bulan terakhir ditempat yang saya sebut home ini. Rasanya memang sudah saatnya untuk pindah dari sini, toh sudah terlalu lama rasanya disini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/05/feels-not-like-home-any-more/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak [2]</title>
		<link>http://parisberkata.getux.com/2010/02/pajak-2/</link>
		<comments>http://parisberkata.getux.com/2010/02/pajak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 11:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[spt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parisberkata.getux.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Setaleh kemaren saya cerita tentang banyak temen yang bingung ngurus SPT,  keesokan harinya saya mendapat hadiah sebuah kartu magnetik dari Defri. Dan itu adalah kartu NPWP, yang artinya saya secara resmi sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak. Wooo &#8230; sekarang saya juga ikut bingung bagaimana memenuhi kewajiban saya sebagai Wajib Pajak. Ada yang punya saran ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setaleh kemaren saya cerita tentang banyak temen yang <a href="http://parisberkata.getux.com/2010/02/pajak/">bingung ngurus SPT</a>,  keesokan harinya saya mendapat hadiah sebuah kartu magnetik dari <a href="http://defriliona.wordpress.com/">Defri</a>. Dan itu adalah kartu NPWP, yang artinya saya secara resmi sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak. Wooo &#8230; sekarang saya juga ikut bingung bagaimana memenuhi kewajiban saya sebagai Wajib Pajak. Ada yang punya saran ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parisberkata.getux.com/2010/02/pajak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

